PIDATO

KUMPULAN PIDATO YANG MENGGEMPARKAN DUNIA

PROPOSAL UPAYA MENINGKATKAN SKILL MENGGAMBAR BENTUK BANGUN DASAR TIGA DIMENSI MELALUI TEKNIK GORES ULANG DENGAN IRINGAN MUSIK PADA MURID KELAS VIII AKSELERASI MTsN MALANG III TAHUN PELAJARAN 2007/2008

INI ADA …….PROPOSAL

UPAYA MENINGKATKAN SKILL MENGGAMBAR BENTUK BANGUN DASAR TIGA DIMENSI MELALUI TEKNIK GORES ULANG DENGAN IRINGAN MUSIK PADA MURID KELAS VIII AKSELERASI MTsN MALANG III TAHUN PELAJARAN 2007/2008, PINGIN LIAK? KLIK IN HERE……..OK?

MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA KLASS VIII

BAGI YANG BERMINAT UNTUK BELAJAR MATERI SENI BUDAYA KLASS VIII SMT GENAP TENTANG “SENI RUPA NUSANTARA”, DAPAT DILIHAT

di sini KLIK!

pidato”s

Pidato I, hari senin upacara bendera wali kelas VII B

tanggal, lupa, bulan, lupa, taon 2007

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamualaikum Warohhmatullahiwabarokatuh………….

Ashaduanla Illahailallah,

Waashaduanna Muhammadarrosulullah

Ama ba’du

Yang terhormat,

Bapak Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang III

Yang terhormat,

Bapak , Ibu guru, beserta staf karyawan MTsN Malang III

Dan anak-anakku sekalian

yang saya cintai dan saya sayangi

Segala puji bagi Alloh S.W.T, Robb seluruh alam.

Dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang , Dzat yang menguasai hari kemudian.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh S.W.T ,

Tuhan bagi orang-orang terdahulu, hingga orang yang terlahir kemudian

Dzat yang menciptakan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi ,

yang telah diutus menjadi rahmatan lil ‘alamin,

Baginda Rasulullah Muhammad S.A.W,

Rasul penutup dan semoga Alloh S.W.T melimpahkan kesejahteraan kepada beliau, keluarga, seluruh sahabat, serta setiap orang yang meniti petunjuk dan mengikuti teladannya hingga akhir hari kiamat nanti.

Alhamdulillah, apa khabarnya anak-anakku sekalian?……….

Katanya orang itu, akan ada pengorbanan kalau ada yang namanya …..cinta…

Cuman, kalau seumur kalian ini, cintanya ada cinta monyet….cinta beruk…..cinta babon…………

Baiklah anak-anak, kalian datang kesini, datang ke madrasah ini, intinya adalah untuk mencari ilmu agar kelak nanti ketika kalian dewasa bisa menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Tahu tarzan…….tarzan hidup di hutan belantara, gak pakai ransel, gak bawa dompet,…..ceria!….,karena tahu ilmu hidup di hutan belantara. Kita hidup di dunia, gak tahu ilmunya….ah…stress lah.

Nabi pernah bersabda,

“Kalau ingin dunia, wajib baginya pakai ilmu. Kalau ingin akhirat wajib baginya pakai ilmu. Ingin dunia akhirat, wajib baginya pakai ilmu”.

Ingat teori mobil,

cet…….brum,..cet ..brum, duh…… ,kok gak hidup-hidup, eh… Tuh ada montir. Mas sini mas,

Ada apa bu?

Ini bil mobil kok gak mau hidup,

Sebentar bu, tok…….brum brum brum brum brum……..m..m…m..

Eh si mas, masak li sekali pukul langsung hidup, berapa mas?

Lima puluh ribu,

Hah si mas, kok hal mahal amat si mas, masak li sekali pukul ma puluh ribu

Pukulnya sich, lima ratus bu…….tapi ilmunya empat puluh sembilan ribu lima ratus……coba dipukul ama palu sampai penyok, kalau gak pakai ilmu, pasti mobil gak akan hidup.

Ada sebuah cerita agar kalian tidak sering bolos lagi,

Pada jaman dahulu, ada seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah daerah yang tidak dikenalnya. Ia terus berjalan ketika tiba-tiba ia mulai cemas dan mulai khawatir kalau-kalau ia salah jalan.

Mendadak, dia terkejut melihat seorang laki-laki sangat-sangat-sangat tua sedang duduk bersandar pada sebatang pohon. Kedua tangannya berlipat dan kepalanya terkulai diatas tangan.Rambut putih lelaki tua itu berkilau memantulkan sinar matahari. Si pengembara yang terkejut itu berlari menemuinya dan bertanya, “ Maaf, permisi, apakah anda baik-baik saja?” Lelaki tua itu tidak bergerak ataupun menjawab. Si pengembara berlutut dan menyentuh bahu lelaki tua tersebut sambil bertanya lagi, “Permisi, apakah anda tidak apa-apa?” Lagi-lagi dia tidak mendapatkan jawaban. Si pengembara berdiri dan berniat melanjutkan perjalanan, ketika tiba-tiba kepala lelaki tua itu terangkat dan matanya terbuka lebar. Dengan suara lemah dan terpatah-patah, lelaki tua itu berkata, “teruslah berjalan; kau berada di jalan yang benar. Sebelum menyeberangi sungai, kumpulkan apa yang kau temukan di sana sebanyak banyaknya, kiarena kau tidak akan pernah bias kembali.” Matanya tertutup dan kepalanya kembali di sandarkan pada tangannya.

Si pengembara menunggu, kemudian akhirnya berbalik dan melanjutkan perjalanannya di bawah sengatan matahari, sambil berkata pada dirinya sendiri bahwa lelaki tua itu mungkin gila. Kemudian dia memikirkan perkataan lelaki tua itu dan tertawa sendiri, “Mungkin sungainya juga tidak ada!”

Si pengembara berjalan terus dan akhirnya sampailah dia di kaki sebuah bukit besar. Ketika dia mencapai puncaknya, dia melihat sebuah sungai besar yang indah mengalir berlahan di balik bukit. Dengan bersemangat dia berlari menuruni bukit dan meloncat ke dalam air yang sejuk. Dia menari-nari sambil mencipratkan air ke atas sehingga membasahi seluruh tubuhnya. Tiba-tiba ia tertegun, suara lelaki itu terngiang kembali di telinganya, “Sebelum menyeberangi sungai kumpulkan apa yang kau temukan di sana sebanyak-banyaknya karena kau tidak akan pernah bisa kembali.”

Si pengembara itu mencari-cari ke sekelilingnya tetapi tidak melihat apa pun kecuali ranting, bebatuan, dan rerumputan biasa. Dia berpikir, “Satu-satunya yang bias kukumpulkan adalah batu-batu ini, tetapi untuk apa ? Untuk menghalau binatang bua, ah rasany atidak mungkin. “ Tapi dia membungkuk juga untuk mengumpulkan beberapa buah batu dan mengantonginya. Kemudian dia berbalik untuk menyeberangi sungai, tetapi dia berhenti lagi dan berpikir, “ Ini hal paling gila yang pernah kulakukan.” Kemudian dia pun menyeberangi sungai.

Langit menjadi gelap, dan pengembaraitu kelelahan, ehingga dia memutukan untuk menghentikan perjalanannya dan mendirikan sebuah tenda kecil. Dengan cepat dia tertidur. Menjelang tengah malam , mendadak dia terbangun dan berdiri. Dia menatap bulan purnama yang menerangi langit. Dia menjadi marah saat menyadari apa yang membangunkannya. Batu-batu dalam kantongnyalah yang mengganjal tubuhnya. Dia mengeluarkan segenggam batu itu dan menyingkirkannya. Sinar bulan memantul pada batu-batu itu. Ternyata batu itu berubah menjadi intan permata yang tak ternilai harganya! Si pengembara merasa menyesal. “ Andai saja aku mengunpulkan lebih banyak sebelum menyeberangi sungai tadi.” Pikirnya.

Madrasah ini seperti tepian sungai yang penuh batu-batu berserakan yang mungkin akan menjadi permata jika kalian mengambilnya. Seperti lelaki tua yang tidak bisa memaksa si pengembara batu sebanyak-banyaknya, bapak juga tidak dapat memaksa kalian mengumpulkan ilmu yang ditawarkan disini. Tidak juga orang lain. Tetapi, bapak dapat dan akan mendorong kalian untuk mengumpulkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin sebelum kalian menyeberangi sungai karena kalian tidak akan pernah bisa kembali ke saat ini.

Bila ada sumur di ladang boleh saya menumpang mandi

Tapi kalau saya sedang mandi……..tolong jangan di intipin

Wassalamu’alaikum……..Warahmatullahi, wabarahkatuh!

PIDATO’S BUNG TOMO

Pidato Bung Tomo

Bismillahirrahmanirrahim…,

Merdeka!!!

Saoedara-saoedara, ra’jat djelata, di seloeroeh Indonesia teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek, kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei ,bahwa hari ini, tentara Inggris, telah menjebarkan, pamflet-pamflet, jang, memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan, oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang telah kita reboet dari tangannya tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe, dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe, dengan membawa bendera poetih, tanda bahwa kita menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan, bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli, & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing, dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan, sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik dari pada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan, presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe, mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini, akan menerima tantangan tentara Inggris itu.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja, ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini, tentara Inggris,
ini djawaban kita, ini jawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini, akan membawa bendera poetih untuk takloek kepadamoe,
kau menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe, walaoepoen kita tahoe, bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia, masih mempoenjai darah merah, jang dapat membikin setjarik kain poetih, mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah, keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan, bahwa kita ini adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja, pastilah, kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah, selaloe berada, di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

PIDATO”S

Pidato II, upacara bendera, wali kelas VII D. Tanggal 14 januari 2008

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum, warahmatullahi…wabarakatuh!

Yth.

Bapak kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri malang III

Yang terhormat,

bapak ibu guru beserta staf karyawan MTsN Malang III

Dan anak-anak-ku,sekalian

yang saya cintai dan saya bangga-banggakan.

In…nalhamdalillah !,

Sesungguhnya segala puja dan puji hanyalah milik Allah saja

Allahu rabbul Al-Kabir…

Allah Sang Pemilik!,

selu….ruh Alam jagad raya ini

Mulai dari makhluk yang paling terkecil,

yang hanya bisa dilihat oleh mikroskop

Mereka semua adalah milik Allah,

dan mereka tunduk kepada Allah S.W.T.

Jadi, kalau yang kecil, yang gak kelihatan,

Ketika dia datang bisa menjadi sumber malapetaka penyakit bagi manusia saja tunduk kepada Allah

Bagaimana dengan kita ?……

Yang namanya manusia macam saya,

macam kita-kita ini,

Tunduk setunduk-tunduknya,

dan teramat sangat tunduk kepada Allah S.W.T.

Dan yang paling dicintai datang kesini adalah satu,

Karena sebutan Rasulullah di akhir hayatnya adalah UMMATI…..UMMATI.

Sabab kecintaan ini adalah meneruskan kecintaan dari Baginda Rasul,

Bahwa ini adalah umat-umat Nabi Muhammad S.A.W.

Anak-anak, minta satu….!,

Kelak di Yaumil akhir nanti, ketika semua orang di kumpulkan di padang Maqshar, bertelanjang bulat

Matahari itu dekat dengan kepala kita,

Tapi, telanjang bulatnya kita,

tidak membuat kita untuk memperhatikan satu sama lain

Karena kenapa ?, karena…,ketika itu..semua orang takjub! Dengan padang Maqshar,

Satu yang diminta, Semoga Allah S.W.T. bangkitkan kita

TAKTALIWA’I, SAYYIDINA MUHAMMADIN……

Berdiri, bersama, barisan Rasulullah Muhammad S.A.W.

itu yang terpenting

………..Alhamdulillah……Apa kabarnya anak-anak sekalian?……..

Spenggal puisi indah menyebutkan

Bukan titik yang membuat tinta, melainkan tinta yang membuat titik.

Bukan cantik yang membuat cinta, melainkan cinta yang membuat cantik”

Cung ngacung siapa yang lagi jatuh cinta?………….

Baiklah anak-anak,

Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti

Kita harus mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala macam resikonya

Kekuatan macam apa itu?….salah satunya adalah ……menyanyi

Ada satu kisah yang menarik,

Pada suatu ketika, di sebuah kamp konsentrasi atau penjara, Hiduplah seorang tahanan, yang meskipun ia telah dijatuhi hukuman mati, tapi ia tetap tidak merasa takut, sebaliknya, ia malah tetap merasa merdeka.

Pada suatu hari, ia tampak sedang bermain gitar di tengah lapangan penjara.

Sejumlah besar orang berkumpul di sekelilingnya untuk mendengarkan alunan musik yang ia mainkan, sehingga dibawah pengaruh musik tersebut, semua orang menjadi tidak merasa takut.

Ketika para pembesar-pembesar penjara mengetahui hal ini, mereka pun melarang orang itu untuk bermain gitar.

Akan tetapi, pada hari berikutnya, orang tersebut kembali lagi ketempat yang sama, bernyanyi dan bermain gitar dengan orang-orang yang jumlahnya lebih besar lagi. Ketika mengetahui hal itu, dengan marah para penjaga menyeret orang itu dan kemudian memotong jari-jari tangannya.

Hari berikutnya, ia kembali lagi. Bernyanyi dan memainkan musik sedapat-dapatnya dengan jari-jarinya yang berdarah. Kali ini orang-orang yang dating di sekelilingnya bersorak-sorai Beberapa penjagapun akhirnya menjadi berang, dan kemudian ia menyeretnya lagi serta membanting gitarnya hingga hancur berantakan.

Pada hari berikutnya, ia bernyanyi dengan segenap hatinya. Nyanyian yang sangat indah, tanpa alunan sebuah musik. Begitu merdu dan menyentuh hati, membuat semua orang ingin bergabung dan ikut bernyanyi bersama-sama dengan hati. Selama mereka bernyanyi dengan hati, mereka menjadi begitu jernih seperti hatinya. Jiwa mereka tidak dapat ditakhlukkan seperti jiwanya yang tetap merdeka.

Kali ini para penjaga benar-benar begitu sangat marah, mereka pun akhirnya memotong lidah orang tersebut! Keheningan pun kini meliputi seluruh penjara.

Semua heran, ketika pada hari berikutnya, ia kembali lagi ke tempat yang sama. Sambil berlenggang dan menari di ikuti oleh musik yang tidak dapat didengar oleh orang lain, kecuali oleh dirinya sendiri. Segera saja semua orang saling bergandengan tangan, menari di sekitar tubuhnya yang berdarah dan hancur.

Sementara itu para penjaga berdiri terpaku penuh kekaguman.

Dari sini dapat kita ambil hikmahnya, bahwa menyanyi sungguh merupakan aktivitas sederhana yang memiliki kekuatan yang besar untuk diri sendiri maupun mereka yang mendengarkannya. Menyanyi akan mengantarkan aliran antusiasme yang akan membangkitkan semangat hidup. Sejak kecil manusia telah belajar menyanyi. Para ahli mengatakan bahwa tangisan bayi sebagian besar merupakan nyanyiannya sendiri. Ketika masih kanak-kanak, maka sebagian besar aktivitas kelompok bermain (playgroup) maupun taman kanak-kanak adalah menyanyi. Demikianlah dengan remaja, mereka dapat hanyut dan terbawa emosi serta ikut bernyanyi bersama-sama dalam suatu konser musik.

Ibunda tercinta pernah mengilustrasikan bahwa burung- burung tidak pernah bersedih hanya karena setiap hari mereka bernyanyi. Bahkan tindakan pertama yang dilakukan para burung ketika bangun tidur adalah bernyanyi. Begitu mudahnya untuk menyanyi, namun perlu perjuangan yang keras untuk mau menyanyi. Mari kita menyanyi selagi masih ada kesempatan untuk hal tersebut.

“Kita menyanyi bukan karena bahagia, kita bahagia karena kita menyanyi”.

Mari kita mulai hari yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian ini dengan nyanyian optimisme ini dan penuh harapan. Selamat bernyanyi anak-anak.

Pak andy al-fakir, al-dlo”if ilallah, miskin ilmu, kurang amal, gak sempurna dalam ibadah, bahkan miskin pahala mohon maaf yang segala-galanya. Taqabbalallohumina waminkum, taqabbalya karim. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

MOTIVATION

Kesaksian Tebu

ImageHost.org

Jam menunjukkan pukul 09.30 hampir siang, dua anak datang menemui seorang bapak guru di ruangannya. Salah satu dari keduanya mengklaim bahwa hp-nya ada pada anak yang kedua, sekarang ia kelas 3. Sedangkan anak yang pertama adalah anak kelas 1 yang baru pindah dari sekolah lain.

Anak kedua membantah, “Pak, saya tidak pernah melihat anak ini dan saya tidak pernah merasa dititipi apa-apa.”

Bapak guru bertanya kepada si pengadu, “di mana engkau titipkan hp-mu kepada anak ini?.”

“Di ladang tebu disebuah desa pak,” jawabnya mantap.

Pak guru berpikir sebentar dan kemudian ia berkata,”Pergilah dan ambil 3 helai dari daun tebu itu untuk kujadikan saksi. Mereka akan mengatakan yang sebenarnya kepadaku.”

Si pengadu kemudian pergi mengambil daun tebu itu sambil berjalan kaki sementara si terdakwa duduk menunggu. Pak guru meneruskan pekerjaannya mengoreksi tugas-tugas siswa yang menumpuk. Di tengah lalu –lalang guru-guru yang lainnya dan pada saat si terdakwa lengah, tiba-tiba pak guru menoleh kepadanya dan bertanya,”Apakah adik kelasmu sudah sampai ke ladang tebu itu?”

“Belumlah pak, ia masih belum sampai,” jawabnya.

Pak guru berkata, “Kalau kau tidak kenal dan tidak pernah merasa di titipi olehnya di ladang tebu, lalu dari mana kau tahu jarak ladang tebu itu dekat atau jauh?”

Kontan saja si terdakwa pun terdiam dan sangat malu kedoknya sudah terbongkar. Dengan rasa sayang, pak guru berbicara dengannya sampai ia mengaku. Pada saat si pengadu kembali membawa daun, Pak guru berkata kepadanya, “Sebelum engkau datang, daun-daunmu telah bersaksi dan masalahmu sudah diatasi.”

Kemudian terdakwa lalu membawa si pengadu ke rumahnya dan menyerahkan hp- miliknya kepada si pengadu.

Dari sini dapat kita petik hikmahnya bahwa sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium juga bau busuk dari bangkai tersebut. Bubur kacang ijo,( eh….itu mah jujur….) sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat langka sekali keberadaannya, sampai-sampai ada slogan, siapa jujur pati dech! Akan hancur. Jadi banyak sekali orang berlomba-lomba untuk menghalalkan segala cara demi menuruti hawa nafsu dunia. Ibaratnya seperti batang pohon bamboo, jikalau batangnya lurus pasti akan cepat di tebang. Tapi jika batangnya bengkok, tidak ada orang yang mau memotongnya.

Banyak orang yang jalannya lurus alias jujur, eh… malah cepat meninggal dari pada orang yang bengkok-bengkok saja, lebih lama meninggalnya. Mungkin Tuhan memberikan mereka umur yang lebih panjang agar mereka bisa bertaubat